Tampilkan postingan dengan label saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2013

Ice Cream! (cerpen)

Diposting oleh ★ ♥ Chatrine Andryos Haling ★ ♥ di 10.30 0 komentar
hy! :)
saya datang lagi membawa lagi2 cerpen! :D yang menurut saya lumayan lah gak tau kalo orang lain ya! :D
oke tanpa banyak basa basi dan banyak bacot langsung aja ya!
semoga suka! :)




Hospital
Berbagai aktifitas telihat jelas disalah satu rumah sakit terbesar di Bengkulu.tidak ada satu orangpun tidak beraktifitas disana semua melalukan aktifitas mereka masing2.bau obat2 langsung menyapa ketika masuk ke rumah sakit itu.lantai2 itu menampakan berbagai macam jejak kaki.
Disalah satu kamar perawatan di rumah sakit itu tampak sosok laki2 berbaju pasien dan dengan selang infus ditangan sedang duduk diam diatas kasur perawatannya.memandangi sekitarnya dengan bosan.tak ada satu orangpun yang ada dikamar itu kecuali dirinya sendiri.”Tn.Mario Haling”itulah tulisan yang terdapat dipapan identitas pasien.Rio merasa sangat bosan berada dikamar ini.ia ingin pulang tapi belum diperbolehkan.sedangkan dikamar ini tidak ada satu orangpun yang bisa diajak mengobrol.kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing2.teman2nya sedang berada disekolah.Rio terdiam sejenak memikirkan sesuatu  apa yang bisa membuat dia tidak bosan.sedetik kemudian senyum tercetak diwajahnya.Rio bangkit dari posisi duduknya lalu turun dari kasurnya perlahan ia mendorong tiang infus lalu keluar dari kamar perawatanya.ketika sampai di luar kamar Rio mengeluarkan kepalanya terlebih dahulu,memastikan bahwa tidak ada suster ataupun dokter yang memergokinnya keluar kamar dan memaksanya untuk tetap berada di kamar yang membosankan itu.setelah memastikan tidak ada suster ataupun dokter Rio mendurung pelan tiang infusnya dan pergi ke taman rumah sakit.
Seorang perempuan duduk sendirian di depan sebuah ruangan di rumah sakit.ia mulai kelihatan merasa bosan.beberapa saat kemudian perempuan itu berdiri lalu pergi dari tempat itu.

Hospital garden
             Rio duduk merenung di salah satu kursi taman sambil memandangi seorang pasien yang sedang bercengkrama dengan orang taunya.Rio terus  memandangi pasien itu dengan tatapan sedih.
“coba aja gw bisa kayak anak itu ya?!” ucap Rio
“minimal papa atau gak mama!” ucap Rio kembali
“ini nggak!malah sibuk sama kerjaannya!anak sendiri yang sakit gak ditemenin!” ucap Rio kesal
Seorang peremuan menghampiri Rio
“boleh aku duduk di sini?” ucap perempuan itu
Rio melihat perempuan itu sekilas lalu mengangguk.perempuan itu  pun duduk
“kayaknya kamu lagi bad mood ya?” ucap perempuan itu kembali
Rio hanya diam
“kalo aku lagi bad mood biasanya aku makan ice cream!”
“.........”
“mau ice cream gak?kebetulan aku masih punya ice cream!belum dimakan kok masih utuh!”
Lalu perempuan itu memberikan ice creamnya kepada Rio.Rio melihat ice cream itu.
“buat aku?” ucap Rio menunjukan ke arah dirinya
“iya!lagian juga aku udah makan kok!jadi ambil aja!” ujar perempuan itu tersenyum
Perlahan Rio mengambil  ice cream itu lalu tersenyum kearah perempuan itu
“makasih!”
“Sama2!semoga aja mood kamu balik lagi ya?”
Rio pun memakan ice cream itu
“Rin!” panggil seseorang
Rio dan perempuan itu menoleh
“ayo,dokter Alvin sudah menunggu!pemeriksaanya mau dimulai!” ujara seorang laki2 dewasa
“iya pa bentar!” saut perempuan itu kepada orang yang ternyata sang ayah
“aku pergi dulu ya?ice creamnya abisin biar gak bad mood lagi oke!” ucap perempuan itu pada Rio
Rio hanya mengangguk.perempuan itu pergi menuju sang ayah.dirangkulnya perempuan itu oleh sang ayah.ketika berjalan perempuan itu melihat kearah Rio dan tersenyum.Rio membalasnya.

         **************************************************************

Beberapa hari kemudian
           Rio hari ini sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.seperti biasa dikamar perawatannya cuman ada Rio seorang.papanya sibuk mengurus administrasi sedangkan mamanya menunggu di  rumah.Rio sudah berganti pakaian sekarang yang semula baju rumah sakit kini berganti dangan bajunya sendiri.barang2nya pun sudah tertata rapi diatas sofa dan siap untuk segera dibawa pulang.tak ada lagi selang infus yang tertancap dipunggung tangannya.rasa bosan itu hinggap kembali membuat tubuh itu bergerak kesana kemari.tak ada yang bisa dilakukan Rio selain mondar-mandir tak jelas dan menatap sekelilingnya saja.akhirnya Rio memutuskan untuk keluar dan pergi ketaman rumah sakit.

Hospital garden
            Rio duduk diam di salah satu kursi.ia memandangi sekelilingnya.entah mengapa ia tak bosan berada di tempat ini meskipun sendirian.sesekali senyum tercetak ketika melihat beberapa anak kecil sedang bermain di taman ini.
“bad mood lagi?” ucap seseorang
Rio menoleh kesumber suara.tampak perempuan yang beberapa  hari lalu memberikan ice cream kepada Rio tersenyum kearahnya.
“eh kamu!” ucap Rio tersenyum
“hy!” ucap perempuan itu duduk disamping Rio
“hy juga!nggak kok!”
“terus ngapain disini sendirian?mau aku kasih ice cream lagi?”
“emang kamu ada ice cream?”
“nggak!hehehe  :D”
Rio tertawa kecil
“aku cuman mau nikmati hari terakhirku di taman ini!”
“kamu mau pulang ya?”
“iya!dokter udah ngizinin aku pulang!kamu kapan pulangnya?”
“nggak tau kapan!mungkin masih lama!”
Rio dan peremuan itu pun diam
“eh dari pertama kali kita ketemu kita belum kenalan loh!”
“oh  iya ya!aduh sampe lupa!”
“Rio!”
“aku Ririn!”
“wah nama kita sama ya!RI,apa kita jodoh ya? :D*amin amin amin!!!! :D*”
“hahahaha :D!apaan sih?!*padahal aminin tuh! :D*”
mereka berdua pun larut dalam obrolan seru.sesekali obrolan mereka diselingi dengan tawa.sepertinya Rio mulai cocok dengan perempuan ini.ditengah obrolan seru mereka tiba2 ponsel Rio berbunyi dan terlihat dilayar ponselnya terdapat tulisan “papa” dengan malasnya Rio mengangkat panggilan itu
“hallo!” ucap Rio
“kamu dimana?” ucap sang ayah disebrang sana
“di taman rumah sakit!”
“Ngapain disana?cepat kembali kekamar!kita mau pulang nih!”
“iya!aku kesana!”
Tanpa menunggu jawaban sang ayah Rio langsung memutuskan panggilan itu!
“Siapa?” ucap Ririn
“papaku!dia nyuruh aku balik kekamar katanya mau pulang!” ucap Rio berdiri
“owh gitu!”
“ya udah aku pergi ya!”
“iya ati2 ya!”
“oke!”
Ketika ingin melangkah Rio teringat sesuatu yang membuat langkanya terhenti.
“oya boleh minta nomor hpmu gak?!
“buat apa?”
“buat ngantri beras :D!ya buat kontak lah!”
“owh hehehe :D! Sini hpmu!”
Rio memberikan ponsenya lalu Ririn menekan beberapa nomor.setelah selesai ia berikan ponsel itu kepada pemiliknya
“sip!nanti aku telpon ya?!”
Ririn hanya mengangguk
“oya!semoga cepat sembuh dan cepat pulang ya!”
Ririn hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Rio barusan

***********************************************************

         Sejak saat itu Rio dan Ririn menjadi dekat.Rio sering mengunjungi Ririn di rumah sakit.sebenarnya Rio heran kenapa Ririn selalu masuk rumah sakit dan apa penyakit yang di deritanya hingga selalu masuk rumah sakit.suatu saat Rio pernah mencoba bertanya pada Ririn penyakit apa yang dideritanya Ririn menjawab sembari tersenyum”suatu saat nanti kamu pasti tau!”setelah itu Rio diam dan tidak pernah bertanya pertanyaan yang sama lagi.

********************************************************

Room Dr.Alvin
          Tampak 2 orang laki2 sedang duduk berhadapan.yang satu memakai jas berwarna hitam dan yang satu memakain jas berwarna putih.Gabriel dan Alvin membicarakan sesuatu yang bisa ditebak dari raut wajah mereka.raut keseriusan.
“bagaimana?” ucap Gabriel tak sabar
Alvin menghembuskan nafasnya berat.lalu menggelengkan kepalanya pelan.
“tubuhnya sudah terlalu lemah untuk menghadapi kanker itu!” ujar Alvin
Gabriel tertunduk.tak rasa air mata itupun jatuh.
“maaf Yel aku tidak bisa membantu banyak!kanker itu semakin kuat sedangkan tubuhnya semakin lemah!”
“tak apa!dari dulu aku sudah diberitahukan hal ini kan!ketika kanker itu semakin kuat sedangkan tubuh anakku semakin lemah aku harus ikhlas dengan semua yang akan terjadi walau hatiku tak pernah rela!”
“kamu harus kuat Yel!didepan anakmu kamu tidak boleh sedih!anakmu butuh kekuatan dari ayahnya!”
Air mata Gabriel terus meluncur bebas dari kelopak matanya.
“aku yakin semua ini adalah yang terbaik dari Tuhan untuk anakmu!”
“iya!terima kasih Vin kamu sudah berusaha keras untuk mengobati anakku!”
“iya sama2!aku sudah menganggap anakmu sebagai anakku sendiri!”
          Gabriel menghapus air matanya lalu berpamitan kepada Alvin dan pergi dari ruangan Alvin.Alvin menatap punggung kokoh itu  dengan tatapan sedih sampai akhirnya punggung kokoh itu pun menghilang di balik pintu.

**********************************************************

Rio’s home
           Rio duduk dibalkon rumahnya  sambil menikmati sekotak ice cream.ia sedang kesal dengan sang ayah karena ayahnya sudah berjanji hari ini akan mengantarkannya membeli gitar baru tapi sekali lagi karena kesibukannya janji itu akhirnya dibatalkan.ketika sedang asik menikmati ice creamnya ponsel Rio yang ada diatas meja berbunyi Rio pun langsung mengambil ponselnya lalu melihat nama yang ada dilayar terdapat nama”mrs.ice cream_Ririn”Rio meletakan ice creamnya lalu mengangkat panggilan itu
“hallo!ada apa Rin?” ucap Rio
“kamu bisa bawain ice cream untuk aku?” ucap Ririn
“oh bisa kok!kamu masih di rumah sakit kan?”
“iya aku masih ada di rumah sakit!”
“oke!20 menitan lagi aku sampai ya?’
“iya makasih ya Ri :)!”
“oke ;) bye!
“bye!”
           Setelah panggilan itu putus Rio langung mengambil kunci mobilnya lalu pergi tidak lupa Rio berhenti di sebuah mini market untuk membeli 2 kotak kecil ice cream.ketika sampai di rumah sakit,Rio langsung bergegas ke kamar perawatan Ririn.
“Ririn ini aku ud.....!” ucap Rio terhenti ketika melihat tak ada siapapun disana
“loh Ririn kemana?”
“Ririn?!”
Tak ada jawaban
“gw telpon aja kali ya?!”
Lalu Rio mengeluarkam ponselnya dari saku celananya.ia menekan tombol 2 untuk mengubungkannya ke orang yang dituju.
“kamu di mana?aku cari di kamar kamu gak ada?”
“aku di taman!ditempat duduk pertama kali kita ketemu!”
“oke!aku kesana jangan kemana-mana ya!”
Rio langsung keluar dari kamar perawatan itu lalu pergi ke taman rumah sakit.sesampainya di taman Rio langsung melihat ke arah salah satu tempat duduk di taman itu.tampak seorang perempuan berbaju rumah sakit sedang duduk membelakangi Rio.Rio langsung menghampiri tempat  duduk itu.
“Ririn?!” panggil Rio duduk di samping Ririn
Ririn pun menoleh ke arah Rio.tampak raut wajahnya pucat.Ririn tersenyum.
“kok muka kamu pucat sih Rin?!kamu masih sakit?!” ucap Rio sedikit panik
“aku gak papa kok!” ucap Ririn tersenyum
“beneran?”
“iya Rio!aku nggak papa!”
“ya udah deh!nih  ice creamnya!”
Rio memberikan satu kotak kecil ice cream pada Ririn dan satunya lagi untuk dirinya sendiri.
“makasih! :)”
“iya sama2! :)”
Mereka memakan ice cream mereka masing2.sesekali mereka bercengkrama sambil tertawa.sesaat kemudian Ririn merasakan tubuhnya semakin lemas.ia lantas menjatuhkan kepalanya ke pundak Rio.Rio yang merasakan berat dipundaknya langsung melihat kepundaknya.
“kamu kenapa Rin?” ucap Rio
“nggak papa!aku boleh pinjam pundak kamu kan?” ucap Ririn dengan suara yang semakin mengecil
“ya boleh lah!” ucap Rio tersenyum
           Cukup lama Rio biarkan pundaknya dipinjam Ririn dan tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka.Rio masih sibuk memakan ice creamnya sedangkan Ririn........tanpa Rio sadari nafas Ririn mulai tak teratur,dadanya sesak.kepalanya pusing,dan darah segar keluar dari hidungnya.perlahan mata itu tertutup seiring dengan jatuhnya kotak ice cream yang ada ditangannya.Rio yang melihat kotak ice cream itu tiba2 jatuh heran.
“loh,kok ice creamnya di jatuhin sih?”
“......”
“Rin?!Ririn?!”
“......”
Rio yang merasa panggilannya tak dijawab segera mengangkat pelan kepala Ririn dari pundaknya.betapa kagetnya Rio ketika melihat darah segar keluar dari hidung Ririn.
“ya Tuhan Ririn!” ujap Rio memukul pelan pipi Riri
           Berulangkali Rio lakukan hal yang sama tapi hasilnya nihil.Rio langsung mengangkat tubuh itu masuk ke dalam rumah sakit.

          *************************************************************

Pemakaman umum
            Semua orang sudah berlalu dari tempat itu hanya ada 2 orang laki2 yang berpakaian serba hitam di sana.Gabriel menghampiri Rio yang berdiri mematung di samping gundukan tanah yang masih basah.
“kamu yang bernama Rio?” “ucap Gabriel yang sudah berada di samping Rio
Rio melihat ke arah Gabriel sebentar lalu menggangguk.
“saya Gabriel papanya Ririn*cielah! :D*”
“Ririn banyak cerita tentang kamu!dia bilang kamu teman baru tapi seperti teman lama untuk dia!”
“dia bilang kamu juga suka ice cream sama seperti dia!”
Gabriel menarik nafas sebelum memulai kata2nya kembali
“dia selama ini mengidap penyakit kanker darah sejak dia kahir!”
Rio langsung menoleh kearah Gabriel .ia begitu terkejut mendengar kalimat Gabriel barusan.
“setiap hari dia harus selalu minum obat yang saya tau pasti menyakitkan untuk dia!”
“setiap minggu tubuhnya selalu menahan rasa sakit ketika obat2 kemo itu masuk ke dalam tubuhnya!”
“ditambah lagi dengan fonis dokter tentang hidupnya!”
Mereka terdiam tak ada satu katapun keluar dari mulut mereka.Gabriel menghapus air matanya yang jatuh sedangkan Rio masih setia dengan sikap diam dan mematungnya.
“kenapa dia gak pernah kasih tau saya om?” ucap Rio yang mulai bersuara.
Gabriel tersenyum tipis sambil melihat gundukan tanah itu.
“alasannya sederhana!kasihan!” ucap Gabriel terus menatap gundukan tanah itu
“dia tidak mau orang lain berteman dengan dia cuman karena kasihan dia sakit!dia mau orang lain berteman dengan dia karena atas dasar pertemanan bukan yang lain!dan dia juga tidak mau melihat kamu sedih dengan penyakitnya!”
“saya bukan teman yang baik untuk dia om!saya teman yang jahat!”
“kamu salah!kamu adalah teman terbaik dia!saya tau kamu adalah sumber semangat dia!setiap dia cerita tentang kamu wajahnya selalu menampakan kebahagiaan dan antusiasnya sangat luar biasa!setiap kali dia tidak mau minum obat ketika saya bilang nama Rio akhirnya dia mau!apakah itu teman yang jahat?”
Sekali lagi Rio hanya diam
“tanpa kamu sadari kamu sudah memberikan kebahagiaan yang luar biasa untuk dia!”
“terima kasih kamu telah menjadi teman terbaik untuk Ririn.terima kasih kamu telah menjadi penyemangat dia.dan terima kasih kamu telah menjadi orang terpenting yang ada di saat2 terakhir dia!”
Gabriel menepuk pelan pundak Rio lalu meninggalkan Rio yang masih tetap dengan posisi mematung.
        Sesaat kemudian Rio bersimpu dihadapan gundukan tanah itu.air mata itu pun akhirnya tak tahan lagi untuk segera keluar.dengan kepala tertunduk air mata yang sedari tadi coba ditahan Rio akhirnya jatuh tepat diatas gundukan tanah itu.bersamaan dengan itu hujan turun seakan mengerti  perasaan Rio dan ikut menangis bersama Rio.
“maaf!” ujar Rio terpejam dan air mata itu terus mengalir

Beberapa saat kemudian
          bumi telah berhenti menumpahkan air matanya.Rio masih terdiam disamping gundukan tanah itu dengan baju yang basah.kini air matanya sudah berhenti.Rio memegang nisan yang di depannya sambil menatapnya.
“aku janji aku akan ke sini untuk kamu!kamu nggak akan aku lupain sampai kapan pun!” ucap Rio lalu berdiri dan melangkah pergi dari sana



_END_



alhamdulillah selesai juga! :D
thank you for reading my story :)
and see you next time! :)
bye muahhhhhhhh! :*

Senin, 06 Agustus 2012

Sahabatku(cerpen)

Diposting oleh ★ ♥ Chatrine Andryos Haling ★ ♥ di 13.00 0 komentar
hy saya datang lagi!
udah lama ya gak ngerusuh di blog ini.maklumlah anak pinter jadi sibuk ama sekolah :D
oke ini adalah cerpen pertama saya gak tau kenapa langsung dapet inspirasi gitu!mungkin dewi inspirasinya lagi pengen kali ya datengan saya! :D
cerpen yang lama2 itu gak pernah selesai.makanya di blog ini isinya yang cerpen2 gitu copas semua.dan nih cerpen bisa dibilang cerpen hayalan.
maaf kalo jelek dan maaf kalo judulnya gak nyambung sama jalan ceritanya.maklumlah penulis gadungan :D
lanjut aja deh dari pada banyak bacot!


BISMILAHHIROHMANNIRIHIM :)



Aku duduk termenung  sambil  menatap luar jendela memikirkan sesuatu yang menurutku berat.apalagi aku harus memberitahukan hal ini kepada orang yang paling berarti dalam hidupku.entah bagaimana reaksinya jika dia tau hal ini.
                Namaku Chatrine Novrianti panggil aku Ririn aja.tapi aku juga sering dipanggil Yiyin terutama orang tuaku mungkin itu semacam panggilan kesayangan kali ya.aku anak tunggal dari seorang pengusaha di Bandung.seperti yang aku bilang tadi ayahku seorang pengusaha dan bundaku seorang dokter.
                Dan yang aku maksud dengan “ orang yang paling berarti dalam hidupuku” itu adalah sahabatku.Mario Haling itu lah nama sahabatku dia sering dipanggil Rio.dia orangnya baik,sopan,ganteng,pinter,dan bisa dibilang artis di sekolahku.fansnya banyak banget.dari kecil kami selalu bersama,sekolah di sekolah yang sama,kelasnya juga sama,bahkan sampai cita2pun sama,dan kalo bisa kemana-mana kami selalu bareng.orang tau kami juga bersahabat jadi gak heran lagi kalo anak2nya juga bersahabat.
                Aku dan Rio berada di lapangan basket.tempat favorite kami.Rio sedang bermain basket.berulang kali Rio mengajakku untuk bermain basket juga tapi aku gak mood untuk mengbasket.sesekali aku memandang sahabat karibku itu dengan tatapan sedih.ingin aku menangis tapi aku urungkan.
“kamu kenapa sih,yin?” ucap Rio ketika sampai disampingku
“mau minum gak?” ucapku memberikan minum kepadanya
Rio tersenyum manis dan mengambil botol minuman yang ku berikan tadi lalu ia minum dengan cepat.aku tertawa kecil melihat mukanya yang kehausan itu.
“oya kamu tadi belum jawab pertanyaanku!kamu kenapa?” ucap Rio setelah minum
Seketika tawa kecil yang keluar kini berubah menjadi kesedihan.ku coba membuka mulutku
“Rio?!” panggilku lirih
“iya?” ucap Rio memandangku
Ku palingkan wajahku.tak sanggup aku melihat wajahnya yang tampan itu.
“aku mau pindah ke Paris!” ucapku berat
“kamu bercanda ya?” ucapnya tak percaya
“nggak Rio!aku serius!ayah ada pekerjaan di sana dan kebetulan bunda juga ditawarin kerja di sana!” ujarku dengan air mata yang terjun bebas dari pelupuk mataku*apa deh nih orang!*
“……” Rio hanya diam’
“ dan aku akan kuliah di sana”
“aku gak abis pikir sama kamu!kamu bilang kamu mau 1 fakultas sama aku!mana?!bohong kamu!”
“ini juga bukan keinginan aku Ri!ini keinginan ayah sama bunda!aku juga gak mau pindah!aku pengen di sini selamanya!”
“kamu bisa nolakkan?”
“nggak bisa Rio!nggak bisa!”
“udahlah!mulai sekarang kita gak usah sahabatan lagi!”
Kalimat itu sukses membuat aku kaget setengah mati “Rio bilang begitu?!”
“Rio!!!!” panggilku yang tak dihiraukan Rio
“RIO!!!” panggilku sekali lagi tapi punggung Rio sudah semakin menjauh
Malam hari
                Sejak kejadian itu aku terus menghubungi Rio tapi gak pernah ada jawaban darinya.aku bbm gak dibalas.aku sms juga gak dibalas.aku telpon masuk tapi malah direject.aku tepon sekali lagi gak aktif.aku beralih dari meja belajarku menuju pojok kamarku.tempat favorite di saat aku sedang sedih atau ada masalah.ku peluk kakiku dan aku menangis sejadi-jadinya.
Tok….tok…tok….
“yiyin?!” panggil seseorang di sana dan aku yakin itu bunda
Tak ku jawab panggilan itu.aku masih sibuk dengan air mata dan pikiranku
“bunda masuk ya?”
Tak ku jawab kembali.sedetik kemudian pintu kamarku terbuka dan menampakan seorang wanita parubaya.bunda mendekatiku
“ada apa sih sayang?” ucap bunda yang sudah tau kebiasaanku
Langsung ku peluk bunda dan aku menangis di pelukannya
“Rio,bun?!”
“Rio kenapa?”
“Rio marah waktu aku bilang semuanya!”
“dan dia bilang nggak mau sahabatan sama aku lagi!”
Bunda malah tersenyum
“Rio gak serius kok sama perkataannya!”
Aku menaikan alisku
“maksud bunda?”
“Rio itu cuman shock aja!”
“inget deh!ada pertemuan pasti ada perpisahan!jadi mau gak mau kita harus ketemu sama yang namanya perpisahan itu kalo kita ketemu juga sama yang namanya pertemuan!percaya deh kamu pergi untuk kembali!”
aku pun menatap bunda.bunda tersenyum.aku sedikit lega mendengar perkataan bunda tadi.tangisku perlahan berhenti.sedetik kemudian setelah memastikan aku sudah mulai tenang bunda meyuruhku untuk tidur.aku tidur sambil memeluk viguran yang terdapat 2 orang anak laki2 dan perempuan di dalamnya.
*****************************************************************************
Rio’s home
                Rio memandang sebuah viguran manis.terlihat 2 orang anak laki2 dan perempuan sedang merangkul satu sama lain.anak perempuan menjururkan ludahnya sedangkan si anak laki2 memajukan bibirnya membuat muka mereka menjadi lucu.Rio tertawa kecil melihat viguran itu.
“yiyin2!sebenci apapun gua ama lu tetep aja gak bisa ngalahin rasa sayang gua ke lu!”
“apa gua keterlaluan banget ya sama dia tadi?”
“ah gua coba telpon deh!”
“nomor yang anda tujuh sedang tidak aktif…..bla….bla….bla…*suara operator itu loh! :D* “
“kok gak aktif ya?!apa yiyin marah ama gua ya?”
“ah mungkin hpnya loubat*bener gak tuh tulisannya? :D*kali ya?!”
“besok gua samperin aja deh!”
Setelah itu Rio menjatuhkan dirinya ke kasur dan beralih dari dunia nyata ke dunia mimpi :D
*****************************************************************************
Keesokan harinya
                Rio sudah berada di depan rumah Ririn.ia mengetok-ngetok pintu rumah itu.sedetik kemudian pintu itu terbuka dan muncullah wanita tua
“eh den io!” ucap wanita itu
“ada yiyinnya bik?” ucap Rio sambil tersenyum
“loh!den io belum tau ya?”
Rio menaikan alisnya
“non yiyin,ibu,dan bapak udah pergi hari ini!”
“hah?!ke paris?!”
“iya den!barusan aja pergi mungkin udah sampai bandara!”
Betapa kagetnya Rio
“ makasih ya bik!”
“iya!hati2 den!”
Tampa membuang waktu Rio langsung berlari ke motornya setelah itu dilajukannya kendaraannya itu sekencang munkin.berulang kali Rio hampir menabrak orang dan juga ditabrak orang lain.
“tunggu aku Rin!tunggu aku!”
************************************************************************************
Airport
                Hari yang tak pernah aku inginkan akhirnya datang juga.ingin aku hentikan waktu agar aku tak bertemu dengan hari ini.aku akan meninggalkan kota dan Negara ini yang terdapat banyak sekali kenangan .aku akan meninggalkan  sekolahku.meninggalkan teman2 tercintaku.meninggalkan kelas yang gila dan isinya yang juga ikut gila.meninggalkan lapangan basket.dan tentunya meninggalkan “orang yang paling berarti dalam hidupku” yang sekarang tengah marah padaku.
                Aku duduk di samping bunda.sesekali ku lihat pintu lobi berharap orang yang ku nanti datang dan memanggilku lalu memeluku.memintaku untuk gak pergi.tapi tak ada satu orangpun yang aku kenal berada di pintu lobi itu.
“nggak mungkin Ririn!Rio gak mungkin nemuin lo!lo sadar donk Rin!” ucapku pada diriku sendiri
“ayo sayang!pesawatnya udah mau take off tuh!” ucap bunda
Aku mengangguk dan berdiri.ku tarik 2 koper besar yang berada di tangan kanan dan kiriku lalu aku mengekori bunda.sekali lagi ku lihat pintu lobi itu dan untuk sekian kalinya aku menarik nafas berat.
“ayo sayang!” ucap bunda yang sadar aku tak mengekorinya
Aku berjalan berat.
“RIRIN!!!!!”
Ku hentikan langkahku ketika aku mendengar ada yang memanggil namaku dan aku yakin itu bukan bunda ataupun ayah.
“cuman hanyalan aja kali ya?!”
Aku berjalan kembali
“RIRIN!!!!!!!”
Ku hentikan langkahku kembali dan suara itu……
“ah gak mungkin Rin!”
Kembali ku langkahkan kakiku.
“RIRIN!!!!”
Untuk kali ini aku hentikan langkahku kembali lalu berbalik cepat dan….
Betapa kagetnya aku saat melihat orang yang sedari tadiku harapankan berlari kencang ke arahku.ku lepaskan koper2 yang ku pegang lalu dengan cepat dia memelukku erat*seandainya beneran tuh adegan terjadi yak!*dan aku pun balas memeluknya erat juga sambil menangis di pelukannya.
“maafin aku Rin!maafin aku!”
“aku udah maafin kamu kok sebelum kamu minta maaf!”
“aku mohon jangan pergi Rin!”
“nggak bisa Ri!aku harus pergi!”
Rio melapaskan pelukannya lalu menatapku*tatapan maut yang membuat Rise pingsan! :D*
“ oke!aku gak akan ngelarang kamu lagi!”
Aku tersenyum senang mendengarnya
“gitu donk senyum!kan jadi cantik dilihat*ahhhhh Riooo!!!bilang aku cantik..plak..! :D*”
Aku tertawa kecil
“jaga diri baik2 ya disana!belajar yang bener biar nanti pulangnya udah jadi dokter yang hebat!”
“iya!kamu juga jaga diri baik2 ya!nggak boleh bandel!jangan buat papa sama mama kamu puyeng lagi!harus jadi dokter juga setelah aku pulang kesini!”
“oke deh bos!”
Rio memberikan hormat kepadaku*mang bu menteri kali ya di kasih hormat :D*membuatku tertawa melihatnya
“dan satu lagi!nggak boleh nyari sahabat yang putih dan mancung di sana :D!nanti pulang2 aku disamain lagi!”
“hahahahahaha!!!!iya deh aku gak akan cari sahabat selain sih pesek ini!
Ku cubit hidungnya yang pesek itu :D
“janji ya yiyin?!”
“oke!sip!janji!”
“yiyin ayo sayang!”
“iya bun!”
“aku pergi dulu ya io?!”
“iya yin!ati2 ya?!kalo dah sampai nanti kabarin aku oke?!”
Aku mengangguk lalu melangkahkan kakiku menuju bunda.
“io salam ya buat mama sama papamu?!” ucap bunda sedikit berteriak
“pasti tante!nanti io sampein?!” teriak Rio sambil tersenyum
Aku tersenyum dan melambaikan tanganku ke arah sahabatku itu.Rio membalasnya.
Rasa berat dan sedih kini tergantikan dengan rasa bahagian dan senang.yang tadinya berat sekali untuk pergi meninggalkan semua kini terasa ringan.
“Rio,aku janji akan pulang ke sini lagi!kamu sahabat terbaik aku Rio!”


^SELESAI^

 

Senin, 25 Juni 2012

Naik Kelas... !!!!

Diposting oleh ★ ♥ Chatrine Andryos Haling ★ ♥ di 21.51 0 komentar
hari sabtu tepatnya tanggal 23 juni saya resmi jadi anak kelas 8 SMPN 1curup tengah alias saya naik kelas.seneng sih karena naik kelas tapi juga sedih karena nggak dapet peringkat lagi :'( selain buat papa kecewa karena gak bisa wujudin keinginan papa saya juga gak dapet bb yang saya inginkan :( padahal mama saya udah bilang kalo saya dapet peringkat ya minimal peringkatnya tetep lah saya mau dibeliin bb tapi sekarang cuman sebatas angan saja! :( dan untuk pertama kalinya saya nangis karena gak dapet peringkat!waktu di SD nggak dapet peringkat saya biasa2 aja tuh!naik kelas aja muka saya datar gak seneng gak sedih!mungkin karena saya udah gede dan udan bisa berfikir bahwa harus bisa banggain orang tua jadi saya nangis deh nggak dapet peringkat!tapi nggak papa masih ada semester selanjutnya harus tetep semangat biar bisa dapet peringkat dan dibeliin bb baru :D dan saya udah bertekat nanti kelas 8 saya harus rajin belajar gak males lagi biar nialnya gak merosot lagi! S.E.M.A.N.G.A.T :)
dan buat Andryos Aryanto Debo sayang my husband :D selamat ya atas peringkat 3nya.makin cinta deh aku sama suamiku ini! :D udah kece pinter lagi.maaf ya sayang gak bisa kasih kado nggak ada uang aku :D kalah deh aku sama kamu!kemarin kamu dapet peringkat 4 aku peringkat 6 sekarang kamu peringkat 3 eh aku malah gak dapet peringkat sama sekali! :D *lah bukannya saya memang kalah dari awal?!* nanti deh kalo kelas aku gak ada saingan yang berat aku bakal nyamain kamu deh! :) tetep pertahanin ya peringkatnya kalo bisa naik ke peringkat 2 atau gak langsung ke 1 biar SobadDebo makin bangga sama Dede :) udah kece suaranya bagus pinter lagi!aduh nambah cinta and bangga deh SobadDebo sama kamu! :)
SEMANGAT YA SAYANGKU :* :D

oke segitu aja deh cerita saya!
nanti saya post lagi! :)
see you next time...
bye2 muachhhhhhhhhhh :*

Senin, 11 Juni 2012

Jakabaring Palembang :)

Diposting oleh ★ ♥ Chatrine Andryos Haling ★ ♥ di 22.06 0 komentar

Hy semua saya datang lagi :D
pasti udah kangen ya sama saya *plak!* :D
abaykan!
oke kali ini saya bakal berbagi cerita sedikit tentang liburan saya ke “JAKABARING PALEMBANG”  ada yang pernah kesana?kalo orang Palembang mah pasti pernah kesana ya :)
Awalnya saya gak nyangka bakalan kesana.cuman menghayal donk!jauh sebelum saya pergi kesana  pak guru saya pernah nanya “sapa yang penah pergi ke jakabaring?” terus temen saya jawab “saya penah pak!nonton bola kaki!” terus ditanya2 lagi tuh saya berfikir “enak ya penah ke jakabaring pengen deh aku kesana?” eh tau2nya diwujudin sama papa saya (papa baik banget!I Love U Daddy :*)
Nah sampainya di jakabaring saya n family langsung pergi ke stadionya pas sampai situ saya bilang “ini ya yang sering ada di tv itu?ini ya yang di pakai waktu sea gemas kemaren?gak nyangka aku kesini?” ih keren banget tau gak!




kira saya jakabaring itu cuma stadion aja ternyata masih banyak ada lapangan tenis lapangan tembak kolam renang voli pantai terus apalagi ya lupa saya :D

nah setelah ke stadionya saya sama keluarga saya ke lapangan tembaknya.





sayang banget gak bisa masuk kelapangan tembakanya karena ada acara!padahal pengen banget ngeliat dalemnya! :(


nah setelah itu ke kolam renangnya
saya cuma bisa bilang "WOW!" keren banget!!!!!nggak nyesel kakak saya ngebet banget pengen kesana!memang keren banget!




sebenernya masih banyak sih tempat2nya tapi karena kakak and adek saya ngomel2 kepanasan jadi setelah ke kolam renang pulang deh!

oke segitu aja deh!
lagi  kehabisan kata2 nih saya! :D
see you next time :)
bye muahhhhhhh :*

Minggu, 25 September 2011

The people I Love

Diposting oleh ★ ♥ Chatrine Andryos Haling ★ ♥ di 20.23 0 komentar
1.Mama




2.Papa





3.kak Chintya





4.Debo




5.Rio




6.Gabriel




7.dek Mitha




8.kak Rizka




9.teh Syifa




10.Wellga


11.kak Ninq




12.Dita



13.kak Bella






I LOVE U ALL :)

Tampilkan postingan dengan label saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2013

Ice Cream! (cerpen)

Diposting oleh ★ ♥ Chatrine Andryos Haling ★ ♥ di 10.30 0 komentar
hy! :)
saya datang lagi membawa lagi2 cerpen! :D yang menurut saya lumayan lah gak tau kalo orang lain ya! :D
oke tanpa banyak basa basi dan banyak bacot langsung aja ya!
semoga suka! :)




Hospital
Berbagai aktifitas telihat jelas disalah satu rumah sakit terbesar di Bengkulu.tidak ada satu orangpun tidak beraktifitas disana semua melalukan aktifitas mereka masing2.bau obat2 langsung menyapa ketika masuk ke rumah sakit itu.lantai2 itu menampakan berbagai macam jejak kaki.
Disalah satu kamar perawatan di rumah sakit itu tampak sosok laki2 berbaju pasien dan dengan selang infus ditangan sedang duduk diam diatas kasur perawatannya.memandangi sekitarnya dengan bosan.tak ada satu orangpun yang ada dikamar itu kecuali dirinya sendiri.”Tn.Mario Haling”itulah tulisan yang terdapat dipapan identitas pasien.Rio merasa sangat bosan berada dikamar ini.ia ingin pulang tapi belum diperbolehkan.sedangkan dikamar ini tidak ada satu orangpun yang bisa diajak mengobrol.kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing2.teman2nya sedang berada disekolah.Rio terdiam sejenak memikirkan sesuatu  apa yang bisa membuat dia tidak bosan.sedetik kemudian senyum tercetak diwajahnya.Rio bangkit dari posisi duduknya lalu turun dari kasurnya perlahan ia mendorong tiang infus lalu keluar dari kamar perawatanya.ketika sampai di luar kamar Rio mengeluarkan kepalanya terlebih dahulu,memastikan bahwa tidak ada suster ataupun dokter yang memergokinnya keluar kamar dan memaksanya untuk tetap berada di kamar yang membosankan itu.setelah memastikan tidak ada suster ataupun dokter Rio mendurung pelan tiang infusnya dan pergi ke taman rumah sakit.
Seorang perempuan duduk sendirian di depan sebuah ruangan di rumah sakit.ia mulai kelihatan merasa bosan.beberapa saat kemudian perempuan itu berdiri lalu pergi dari tempat itu.

Hospital garden
             Rio duduk merenung di salah satu kursi taman sambil memandangi seorang pasien yang sedang bercengkrama dengan orang taunya.Rio terus  memandangi pasien itu dengan tatapan sedih.
“coba aja gw bisa kayak anak itu ya?!” ucap Rio
“minimal papa atau gak mama!” ucap Rio kembali
“ini nggak!malah sibuk sama kerjaannya!anak sendiri yang sakit gak ditemenin!” ucap Rio kesal
Seorang peremuan menghampiri Rio
“boleh aku duduk di sini?” ucap perempuan itu
Rio melihat perempuan itu sekilas lalu mengangguk.perempuan itu  pun duduk
“kayaknya kamu lagi bad mood ya?” ucap perempuan itu kembali
Rio hanya diam
“kalo aku lagi bad mood biasanya aku makan ice cream!”
“.........”
“mau ice cream gak?kebetulan aku masih punya ice cream!belum dimakan kok masih utuh!”
Lalu perempuan itu memberikan ice creamnya kepada Rio.Rio melihat ice cream itu.
“buat aku?” ucap Rio menunjukan ke arah dirinya
“iya!lagian juga aku udah makan kok!jadi ambil aja!” ujar perempuan itu tersenyum
Perlahan Rio mengambil  ice cream itu lalu tersenyum kearah perempuan itu
“makasih!”
“Sama2!semoga aja mood kamu balik lagi ya?”
Rio pun memakan ice cream itu
“Rin!” panggil seseorang
Rio dan perempuan itu menoleh
“ayo,dokter Alvin sudah menunggu!pemeriksaanya mau dimulai!” ujara seorang laki2 dewasa
“iya pa bentar!” saut perempuan itu kepada orang yang ternyata sang ayah
“aku pergi dulu ya?ice creamnya abisin biar gak bad mood lagi oke!” ucap perempuan itu pada Rio
Rio hanya mengangguk.perempuan itu pergi menuju sang ayah.dirangkulnya perempuan itu oleh sang ayah.ketika berjalan perempuan itu melihat kearah Rio dan tersenyum.Rio membalasnya.

         **************************************************************

Beberapa hari kemudian
           Rio hari ini sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.seperti biasa dikamar perawatannya cuman ada Rio seorang.papanya sibuk mengurus administrasi sedangkan mamanya menunggu di  rumah.Rio sudah berganti pakaian sekarang yang semula baju rumah sakit kini berganti dangan bajunya sendiri.barang2nya pun sudah tertata rapi diatas sofa dan siap untuk segera dibawa pulang.tak ada lagi selang infus yang tertancap dipunggung tangannya.rasa bosan itu hinggap kembali membuat tubuh itu bergerak kesana kemari.tak ada yang bisa dilakukan Rio selain mondar-mandir tak jelas dan menatap sekelilingnya saja.akhirnya Rio memutuskan untuk keluar dan pergi ketaman rumah sakit.

Hospital garden
            Rio duduk diam di salah satu kursi.ia memandangi sekelilingnya.entah mengapa ia tak bosan berada di tempat ini meskipun sendirian.sesekali senyum tercetak ketika melihat beberapa anak kecil sedang bermain di taman ini.
“bad mood lagi?” ucap seseorang
Rio menoleh kesumber suara.tampak perempuan yang beberapa  hari lalu memberikan ice cream kepada Rio tersenyum kearahnya.
“eh kamu!” ucap Rio tersenyum
“hy!” ucap perempuan itu duduk disamping Rio
“hy juga!nggak kok!”
“terus ngapain disini sendirian?mau aku kasih ice cream lagi?”
“emang kamu ada ice cream?”
“nggak!hehehe  :D”
Rio tertawa kecil
“aku cuman mau nikmati hari terakhirku di taman ini!”
“kamu mau pulang ya?”
“iya!dokter udah ngizinin aku pulang!kamu kapan pulangnya?”
“nggak tau kapan!mungkin masih lama!”
Rio dan peremuan itu pun diam
“eh dari pertama kali kita ketemu kita belum kenalan loh!”
“oh  iya ya!aduh sampe lupa!”
“Rio!”
“aku Ririn!”
“wah nama kita sama ya!RI,apa kita jodoh ya? :D*amin amin amin!!!! :D*”
“hahahaha :D!apaan sih?!*padahal aminin tuh! :D*”
mereka berdua pun larut dalam obrolan seru.sesekali obrolan mereka diselingi dengan tawa.sepertinya Rio mulai cocok dengan perempuan ini.ditengah obrolan seru mereka tiba2 ponsel Rio berbunyi dan terlihat dilayar ponselnya terdapat tulisan “papa” dengan malasnya Rio mengangkat panggilan itu
“hallo!” ucap Rio
“kamu dimana?” ucap sang ayah disebrang sana
“di taman rumah sakit!”
“Ngapain disana?cepat kembali kekamar!kita mau pulang nih!”
“iya!aku kesana!”
Tanpa menunggu jawaban sang ayah Rio langsung memutuskan panggilan itu!
“Siapa?” ucap Ririn
“papaku!dia nyuruh aku balik kekamar katanya mau pulang!” ucap Rio berdiri
“owh gitu!”
“ya udah aku pergi ya!”
“iya ati2 ya!”
“oke!”
Ketika ingin melangkah Rio teringat sesuatu yang membuat langkanya terhenti.
“oya boleh minta nomor hpmu gak?!
“buat apa?”
“buat ngantri beras :D!ya buat kontak lah!”
“owh hehehe :D! Sini hpmu!”
Rio memberikan ponsenya lalu Ririn menekan beberapa nomor.setelah selesai ia berikan ponsel itu kepada pemiliknya
“sip!nanti aku telpon ya?!”
Ririn hanya mengangguk
“oya!semoga cepat sembuh dan cepat pulang ya!”
Ririn hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Rio barusan

***********************************************************

         Sejak saat itu Rio dan Ririn menjadi dekat.Rio sering mengunjungi Ririn di rumah sakit.sebenarnya Rio heran kenapa Ririn selalu masuk rumah sakit dan apa penyakit yang di deritanya hingga selalu masuk rumah sakit.suatu saat Rio pernah mencoba bertanya pada Ririn penyakit apa yang dideritanya Ririn menjawab sembari tersenyum”suatu saat nanti kamu pasti tau!”setelah itu Rio diam dan tidak pernah bertanya pertanyaan yang sama lagi.

********************************************************

Room Dr.Alvin
          Tampak 2 orang laki2 sedang duduk berhadapan.yang satu memakai jas berwarna hitam dan yang satu memakain jas berwarna putih.Gabriel dan Alvin membicarakan sesuatu yang bisa ditebak dari raut wajah mereka.raut keseriusan.
“bagaimana?” ucap Gabriel tak sabar
Alvin menghembuskan nafasnya berat.lalu menggelengkan kepalanya pelan.
“tubuhnya sudah terlalu lemah untuk menghadapi kanker itu!” ujar Alvin
Gabriel tertunduk.tak rasa air mata itupun jatuh.
“maaf Yel aku tidak bisa membantu banyak!kanker itu semakin kuat sedangkan tubuhnya semakin lemah!”
“tak apa!dari dulu aku sudah diberitahukan hal ini kan!ketika kanker itu semakin kuat sedangkan tubuh anakku semakin lemah aku harus ikhlas dengan semua yang akan terjadi walau hatiku tak pernah rela!”
“kamu harus kuat Yel!didepan anakmu kamu tidak boleh sedih!anakmu butuh kekuatan dari ayahnya!”
Air mata Gabriel terus meluncur bebas dari kelopak matanya.
“aku yakin semua ini adalah yang terbaik dari Tuhan untuk anakmu!”
“iya!terima kasih Vin kamu sudah berusaha keras untuk mengobati anakku!”
“iya sama2!aku sudah menganggap anakmu sebagai anakku sendiri!”
          Gabriel menghapus air matanya lalu berpamitan kepada Alvin dan pergi dari ruangan Alvin.Alvin menatap punggung kokoh itu  dengan tatapan sedih sampai akhirnya punggung kokoh itu pun menghilang di balik pintu.

**********************************************************

Rio’s home
           Rio duduk dibalkon rumahnya  sambil menikmati sekotak ice cream.ia sedang kesal dengan sang ayah karena ayahnya sudah berjanji hari ini akan mengantarkannya membeli gitar baru tapi sekali lagi karena kesibukannya janji itu akhirnya dibatalkan.ketika sedang asik menikmati ice creamnya ponsel Rio yang ada diatas meja berbunyi Rio pun langsung mengambil ponselnya lalu melihat nama yang ada dilayar terdapat nama”mrs.ice cream_Ririn”Rio meletakan ice creamnya lalu mengangkat panggilan itu
“hallo!ada apa Rin?” ucap Rio
“kamu bisa bawain ice cream untuk aku?” ucap Ririn
“oh bisa kok!kamu masih di rumah sakit kan?”
“iya aku masih ada di rumah sakit!”
“oke!20 menitan lagi aku sampai ya?’
“iya makasih ya Ri :)!”
“oke ;) bye!
“bye!”
           Setelah panggilan itu putus Rio langung mengambil kunci mobilnya lalu pergi tidak lupa Rio berhenti di sebuah mini market untuk membeli 2 kotak kecil ice cream.ketika sampai di rumah sakit,Rio langsung bergegas ke kamar perawatan Ririn.
“Ririn ini aku ud.....!” ucap Rio terhenti ketika melihat tak ada siapapun disana
“loh Ririn kemana?”
“Ririn?!”
Tak ada jawaban
“gw telpon aja kali ya?!”
Lalu Rio mengeluarkam ponselnya dari saku celananya.ia menekan tombol 2 untuk mengubungkannya ke orang yang dituju.
“kamu di mana?aku cari di kamar kamu gak ada?”
“aku di taman!ditempat duduk pertama kali kita ketemu!”
“oke!aku kesana jangan kemana-mana ya!”
Rio langsung keluar dari kamar perawatan itu lalu pergi ke taman rumah sakit.sesampainya di taman Rio langsung melihat ke arah salah satu tempat duduk di taman itu.tampak seorang perempuan berbaju rumah sakit sedang duduk membelakangi Rio.Rio langsung menghampiri tempat  duduk itu.
“Ririn?!” panggil Rio duduk di samping Ririn
Ririn pun menoleh ke arah Rio.tampak raut wajahnya pucat.Ririn tersenyum.
“kok muka kamu pucat sih Rin?!kamu masih sakit?!” ucap Rio sedikit panik
“aku gak papa kok!” ucap Ririn tersenyum
“beneran?”
“iya Rio!aku nggak papa!”
“ya udah deh!nih  ice creamnya!”
Rio memberikan satu kotak kecil ice cream pada Ririn dan satunya lagi untuk dirinya sendiri.
“makasih! :)”
“iya sama2! :)”
Mereka memakan ice cream mereka masing2.sesekali mereka bercengkrama sambil tertawa.sesaat kemudian Ririn merasakan tubuhnya semakin lemas.ia lantas menjatuhkan kepalanya ke pundak Rio.Rio yang merasakan berat dipundaknya langsung melihat kepundaknya.
“kamu kenapa Rin?” ucap Rio
“nggak papa!aku boleh pinjam pundak kamu kan?” ucap Ririn dengan suara yang semakin mengecil
“ya boleh lah!” ucap Rio tersenyum
           Cukup lama Rio biarkan pundaknya dipinjam Ririn dan tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka.Rio masih sibuk memakan ice creamnya sedangkan Ririn........tanpa Rio sadari nafas Ririn mulai tak teratur,dadanya sesak.kepalanya pusing,dan darah segar keluar dari hidungnya.perlahan mata itu tertutup seiring dengan jatuhnya kotak ice cream yang ada ditangannya.Rio yang melihat kotak ice cream itu tiba2 jatuh heran.
“loh,kok ice creamnya di jatuhin sih?”
“......”
“Rin?!Ririn?!”
“......”
Rio yang merasa panggilannya tak dijawab segera mengangkat pelan kepala Ririn dari pundaknya.betapa kagetnya Rio ketika melihat darah segar keluar dari hidung Ririn.
“ya Tuhan Ririn!” ujap Rio memukul pelan pipi Riri
           Berulangkali Rio lakukan hal yang sama tapi hasilnya nihil.Rio langsung mengangkat tubuh itu masuk ke dalam rumah sakit.

          *************************************************************

Pemakaman umum
            Semua orang sudah berlalu dari tempat itu hanya ada 2 orang laki2 yang berpakaian serba hitam di sana.Gabriel menghampiri Rio yang berdiri mematung di samping gundukan tanah yang masih basah.
“kamu yang bernama Rio?” “ucap Gabriel yang sudah berada di samping Rio
Rio melihat ke arah Gabriel sebentar lalu menggangguk.
“saya Gabriel papanya Ririn*cielah! :D*”
“Ririn banyak cerita tentang kamu!dia bilang kamu teman baru tapi seperti teman lama untuk dia!”
“dia bilang kamu juga suka ice cream sama seperti dia!”
Gabriel menarik nafas sebelum memulai kata2nya kembali
“dia selama ini mengidap penyakit kanker darah sejak dia kahir!”
Rio langsung menoleh kearah Gabriel .ia begitu terkejut mendengar kalimat Gabriel barusan.
“setiap hari dia harus selalu minum obat yang saya tau pasti menyakitkan untuk dia!”
“setiap minggu tubuhnya selalu menahan rasa sakit ketika obat2 kemo itu masuk ke dalam tubuhnya!”
“ditambah lagi dengan fonis dokter tentang hidupnya!”
Mereka terdiam tak ada satu katapun keluar dari mulut mereka.Gabriel menghapus air matanya yang jatuh sedangkan Rio masih setia dengan sikap diam dan mematungnya.
“kenapa dia gak pernah kasih tau saya om?” ucap Rio yang mulai bersuara.
Gabriel tersenyum tipis sambil melihat gundukan tanah itu.
“alasannya sederhana!kasihan!” ucap Gabriel terus menatap gundukan tanah itu
“dia tidak mau orang lain berteman dengan dia cuman karena kasihan dia sakit!dia mau orang lain berteman dengan dia karena atas dasar pertemanan bukan yang lain!dan dia juga tidak mau melihat kamu sedih dengan penyakitnya!”
“saya bukan teman yang baik untuk dia om!saya teman yang jahat!”
“kamu salah!kamu adalah teman terbaik dia!saya tau kamu adalah sumber semangat dia!setiap dia cerita tentang kamu wajahnya selalu menampakan kebahagiaan dan antusiasnya sangat luar biasa!setiap kali dia tidak mau minum obat ketika saya bilang nama Rio akhirnya dia mau!apakah itu teman yang jahat?”
Sekali lagi Rio hanya diam
“tanpa kamu sadari kamu sudah memberikan kebahagiaan yang luar biasa untuk dia!”
“terima kasih kamu telah menjadi teman terbaik untuk Ririn.terima kasih kamu telah menjadi penyemangat dia.dan terima kasih kamu telah menjadi orang terpenting yang ada di saat2 terakhir dia!”
Gabriel menepuk pelan pundak Rio lalu meninggalkan Rio yang masih tetap dengan posisi mematung.
        Sesaat kemudian Rio bersimpu dihadapan gundukan tanah itu.air mata itu pun akhirnya tak tahan lagi untuk segera keluar.dengan kepala tertunduk air mata yang sedari tadi coba ditahan Rio akhirnya jatuh tepat diatas gundukan tanah itu.bersamaan dengan itu hujan turun seakan mengerti  perasaan Rio dan ikut menangis bersama Rio.
“maaf!” ujar Rio terpejam dan air mata itu terus mengalir

Beberapa saat kemudian
          bumi telah berhenti menumpahkan air matanya.Rio masih terdiam disamping gundukan tanah itu dengan baju yang basah.kini air matanya sudah berhenti.Rio memegang nisan yang di depannya sambil menatapnya.
“aku janji aku akan ke sini untuk kamu!kamu nggak akan aku lupain sampai kapan pun!” ucap Rio lalu berdiri dan melangkah pergi dari sana



_END_



alhamdulillah selesai juga! :D
thank you for reading my story :)
and see you next time! :)
bye muahhhhhhhh! :*

Senin, 06 Agustus 2012

Sahabatku(cerpen)

Diposting oleh ★ ♥ Chatrine Andryos Haling ★ ♥ di 13.00 0 komentar
hy saya datang lagi!
udah lama ya gak ngerusuh di blog ini.maklumlah anak pinter jadi sibuk ama sekolah :D
oke ini adalah cerpen pertama saya gak tau kenapa langsung dapet inspirasi gitu!mungkin dewi inspirasinya lagi pengen kali ya datengan saya! :D
cerpen yang lama2 itu gak pernah selesai.makanya di blog ini isinya yang cerpen2 gitu copas semua.dan nih cerpen bisa dibilang cerpen hayalan.
maaf kalo jelek dan maaf kalo judulnya gak nyambung sama jalan ceritanya.maklumlah penulis gadungan :D
lanjut aja deh dari pada banyak bacot!


BISMILAHHIROHMANNIRIHIM :)



Aku duduk termenung  sambil  menatap luar jendela memikirkan sesuatu yang menurutku berat.apalagi aku harus memberitahukan hal ini kepada orang yang paling berarti dalam hidupku.entah bagaimana reaksinya jika dia tau hal ini.
                Namaku Chatrine Novrianti panggil aku Ririn aja.tapi aku juga sering dipanggil Yiyin terutama orang tuaku mungkin itu semacam panggilan kesayangan kali ya.aku anak tunggal dari seorang pengusaha di Bandung.seperti yang aku bilang tadi ayahku seorang pengusaha dan bundaku seorang dokter.
                Dan yang aku maksud dengan “ orang yang paling berarti dalam hidupuku” itu adalah sahabatku.Mario Haling itu lah nama sahabatku dia sering dipanggil Rio.dia orangnya baik,sopan,ganteng,pinter,dan bisa dibilang artis di sekolahku.fansnya banyak banget.dari kecil kami selalu bersama,sekolah di sekolah yang sama,kelasnya juga sama,bahkan sampai cita2pun sama,dan kalo bisa kemana-mana kami selalu bareng.orang tau kami juga bersahabat jadi gak heran lagi kalo anak2nya juga bersahabat.
                Aku dan Rio berada di lapangan basket.tempat favorite kami.Rio sedang bermain basket.berulang kali Rio mengajakku untuk bermain basket juga tapi aku gak mood untuk mengbasket.sesekali aku memandang sahabat karibku itu dengan tatapan sedih.ingin aku menangis tapi aku urungkan.
“kamu kenapa sih,yin?” ucap Rio ketika sampai disampingku
“mau minum gak?” ucapku memberikan minum kepadanya
Rio tersenyum manis dan mengambil botol minuman yang ku berikan tadi lalu ia minum dengan cepat.aku tertawa kecil melihat mukanya yang kehausan itu.
“oya kamu tadi belum jawab pertanyaanku!kamu kenapa?” ucap Rio setelah minum
Seketika tawa kecil yang keluar kini berubah menjadi kesedihan.ku coba membuka mulutku
“Rio?!” panggilku lirih
“iya?” ucap Rio memandangku
Ku palingkan wajahku.tak sanggup aku melihat wajahnya yang tampan itu.
“aku mau pindah ke Paris!” ucapku berat
“kamu bercanda ya?” ucapnya tak percaya
“nggak Rio!aku serius!ayah ada pekerjaan di sana dan kebetulan bunda juga ditawarin kerja di sana!” ujarku dengan air mata yang terjun bebas dari pelupuk mataku*apa deh nih orang!*
“……” Rio hanya diam’
“ dan aku akan kuliah di sana”
“aku gak abis pikir sama kamu!kamu bilang kamu mau 1 fakultas sama aku!mana?!bohong kamu!”
“ini juga bukan keinginan aku Ri!ini keinginan ayah sama bunda!aku juga gak mau pindah!aku pengen di sini selamanya!”
“kamu bisa nolakkan?”
“nggak bisa Rio!nggak bisa!”
“udahlah!mulai sekarang kita gak usah sahabatan lagi!”
Kalimat itu sukses membuat aku kaget setengah mati “Rio bilang begitu?!”
“Rio!!!!” panggilku yang tak dihiraukan Rio
“RIO!!!” panggilku sekali lagi tapi punggung Rio sudah semakin menjauh
Malam hari
                Sejak kejadian itu aku terus menghubungi Rio tapi gak pernah ada jawaban darinya.aku bbm gak dibalas.aku sms juga gak dibalas.aku telpon masuk tapi malah direject.aku tepon sekali lagi gak aktif.aku beralih dari meja belajarku menuju pojok kamarku.tempat favorite di saat aku sedang sedih atau ada masalah.ku peluk kakiku dan aku menangis sejadi-jadinya.
Tok….tok…tok….
“yiyin?!” panggil seseorang di sana dan aku yakin itu bunda
Tak ku jawab panggilan itu.aku masih sibuk dengan air mata dan pikiranku
“bunda masuk ya?”
Tak ku jawab kembali.sedetik kemudian pintu kamarku terbuka dan menampakan seorang wanita parubaya.bunda mendekatiku
“ada apa sih sayang?” ucap bunda yang sudah tau kebiasaanku
Langsung ku peluk bunda dan aku menangis di pelukannya
“Rio,bun?!”
“Rio kenapa?”
“Rio marah waktu aku bilang semuanya!”
“dan dia bilang nggak mau sahabatan sama aku lagi!”
Bunda malah tersenyum
“Rio gak serius kok sama perkataannya!”
Aku menaikan alisku
“maksud bunda?”
“Rio itu cuman shock aja!”
“inget deh!ada pertemuan pasti ada perpisahan!jadi mau gak mau kita harus ketemu sama yang namanya perpisahan itu kalo kita ketemu juga sama yang namanya pertemuan!percaya deh kamu pergi untuk kembali!”
aku pun menatap bunda.bunda tersenyum.aku sedikit lega mendengar perkataan bunda tadi.tangisku perlahan berhenti.sedetik kemudian setelah memastikan aku sudah mulai tenang bunda meyuruhku untuk tidur.aku tidur sambil memeluk viguran yang terdapat 2 orang anak laki2 dan perempuan di dalamnya.
*****************************************************************************
Rio’s home
                Rio memandang sebuah viguran manis.terlihat 2 orang anak laki2 dan perempuan sedang merangkul satu sama lain.anak perempuan menjururkan ludahnya sedangkan si anak laki2 memajukan bibirnya membuat muka mereka menjadi lucu.Rio tertawa kecil melihat viguran itu.
“yiyin2!sebenci apapun gua ama lu tetep aja gak bisa ngalahin rasa sayang gua ke lu!”
“apa gua keterlaluan banget ya sama dia tadi?”
“ah gua coba telpon deh!”
“nomor yang anda tujuh sedang tidak aktif…..bla….bla….bla…*suara operator itu loh! :D* “
“kok gak aktif ya?!apa yiyin marah ama gua ya?”
“ah mungkin hpnya loubat*bener gak tuh tulisannya? :D*kali ya?!”
“besok gua samperin aja deh!”
Setelah itu Rio menjatuhkan dirinya ke kasur dan beralih dari dunia nyata ke dunia mimpi :D
*****************************************************************************
Keesokan harinya
                Rio sudah berada di depan rumah Ririn.ia mengetok-ngetok pintu rumah itu.sedetik kemudian pintu itu terbuka dan muncullah wanita tua
“eh den io!” ucap wanita itu
“ada yiyinnya bik?” ucap Rio sambil tersenyum
“loh!den io belum tau ya?”
Rio menaikan alisnya
“non yiyin,ibu,dan bapak udah pergi hari ini!”
“hah?!ke paris?!”
“iya den!barusan aja pergi mungkin udah sampai bandara!”
Betapa kagetnya Rio
“ makasih ya bik!”
“iya!hati2 den!”
Tampa membuang waktu Rio langsung berlari ke motornya setelah itu dilajukannya kendaraannya itu sekencang munkin.berulang kali Rio hampir menabrak orang dan juga ditabrak orang lain.
“tunggu aku Rin!tunggu aku!”
************************************************************************************
Airport
                Hari yang tak pernah aku inginkan akhirnya datang juga.ingin aku hentikan waktu agar aku tak bertemu dengan hari ini.aku akan meninggalkan kota dan Negara ini yang terdapat banyak sekali kenangan .aku akan meninggalkan  sekolahku.meninggalkan teman2 tercintaku.meninggalkan kelas yang gila dan isinya yang juga ikut gila.meninggalkan lapangan basket.dan tentunya meninggalkan “orang yang paling berarti dalam hidupku” yang sekarang tengah marah padaku.
                Aku duduk di samping bunda.sesekali ku lihat pintu lobi berharap orang yang ku nanti datang dan memanggilku lalu memeluku.memintaku untuk gak pergi.tapi tak ada satu orangpun yang aku kenal berada di pintu lobi itu.
“nggak mungkin Ririn!Rio gak mungkin nemuin lo!lo sadar donk Rin!” ucapku pada diriku sendiri
“ayo sayang!pesawatnya udah mau take off tuh!” ucap bunda
Aku mengangguk dan berdiri.ku tarik 2 koper besar yang berada di tangan kanan dan kiriku lalu aku mengekori bunda.sekali lagi ku lihat pintu lobi itu dan untuk sekian kalinya aku menarik nafas berat.
“ayo sayang!” ucap bunda yang sadar aku tak mengekorinya
Aku berjalan berat.
“RIRIN!!!!!”
Ku hentikan langkahku ketika aku mendengar ada yang memanggil namaku dan aku yakin itu bukan bunda ataupun ayah.
“cuman hanyalan aja kali ya?!”
Aku berjalan kembali
“RIRIN!!!!!!!”
Ku hentikan langkahku kembali dan suara itu……
“ah gak mungkin Rin!”
Kembali ku langkahkan kakiku.
“RIRIN!!!!”
Untuk kali ini aku hentikan langkahku kembali lalu berbalik cepat dan….
Betapa kagetnya aku saat melihat orang yang sedari tadiku harapankan berlari kencang ke arahku.ku lepaskan koper2 yang ku pegang lalu dengan cepat dia memelukku erat*seandainya beneran tuh adegan terjadi yak!*dan aku pun balas memeluknya erat juga sambil menangis di pelukannya.
“maafin aku Rin!maafin aku!”
“aku udah maafin kamu kok sebelum kamu minta maaf!”
“aku mohon jangan pergi Rin!”
“nggak bisa Ri!aku harus pergi!”
Rio melapaskan pelukannya lalu menatapku*tatapan maut yang membuat Rise pingsan! :D*
“ oke!aku gak akan ngelarang kamu lagi!”
Aku tersenyum senang mendengarnya
“gitu donk senyum!kan jadi cantik dilihat*ahhhhh Riooo!!!bilang aku cantik..plak..! :D*”
Aku tertawa kecil
“jaga diri baik2 ya disana!belajar yang bener biar nanti pulangnya udah jadi dokter yang hebat!”
“iya!kamu juga jaga diri baik2 ya!nggak boleh bandel!jangan buat papa sama mama kamu puyeng lagi!harus jadi dokter juga setelah aku pulang kesini!”
“oke deh bos!”
Rio memberikan hormat kepadaku*mang bu menteri kali ya di kasih hormat :D*membuatku tertawa melihatnya
“dan satu lagi!nggak boleh nyari sahabat yang putih dan mancung di sana :D!nanti pulang2 aku disamain lagi!”
“hahahahahaha!!!!iya deh aku gak akan cari sahabat selain sih pesek ini!
Ku cubit hidungnya yang pesek itu :D
“janji ya yiyin?!”
“oke!sip!janji!”
“yiyin ayo sayang!”
“iya bun!”
“aku pergi dulu ya io?!”
“iya yin!ati2 ya?!kalo dah sampai nanti kabarin aku oke?!”
Aku mengangguk lalu melangkahkan kakiku menuju bunda.
“io salam ya buat mama sama papamu?!” ucap bunda sedikit berteriak
“pasti tante!nanti io sampein?!” teriak Rio sambil tersenyum
Aku tersenyum dan melambaikan tanganku ke arah sahabatku itu.Rio membalasnya.
Rasa berat dan sedih kini tergantikan dengan rasa bahagian dan senang.yang tadinya berat sekali untuk pergi meninggalkan semua kini terasa ringan.
“Rio,aku janji akan pulang ke sini lagi!kamu sahabat terbaik aku Rio!”


^SELESAI^

 

Senin, 25 Juni 2012

Naik Kelas... !!!!

Diposting oleh ★ ♥ Chatrine Andryos Haling ★ ♥ di 21.51 0 komentar
hari sabtu tepatnya tanggal 23 juni saya resmi jadi anak kelas 8 SMPN 1curup tengah alias saya naik kelas.seneng sih karena naik kelas tapi juga sedih karena nggak dapet peringkat lagi :'( selain buat papa kecewa karena gak bisa wujudin keinginan papa saya juga gak dapet bb yang saya inginkan :( padahal mama saya udah bilang kalo saya dapet peringkat ya minimal peringkatnya tetep lah saya mau dibeliin bb tapi sekarang cuman sebatas angan saja! :( dan untuk pertama kalinya saya nangis karena gak dapet peringkat!waktu di SD nggak dapet peringkat saya biasa2 aja tuh!naik kelas aja muka saya datar gak seneng gak sedih!mungkin karena saya udah gede dan udan bisa berfikir bahwa harus bisa banggain orang tua jadi saya nangis deh nggak dapet peringkat!tapi nggak papa masih ada semester selanjutnya harus tetep semangat biar bisa dapet peringkat dan dibeliin bb baru :D dan saya udah bertekat nanti kelas 8 saya harus rajin belajar gak males lagi biar nialnya gak merosot lagi! S.E.M.A.N.G.A.T :)
dan buat Andryos Aryanto Debo sayang my husband :D selamat ya atas peringkat 3nya.makin cinta deh aku sama suamiku ini! :D udah kece pinter lagi.maaf ya sayang gak bisa kasih kado nggak ada uang aku :D kalah deh aku sama kamu!kemarin kamu dapet peringkat 4 aku peringkat 6 sekarang kamu peringkat 3 eh aku malah gak dapet peringkat sama sekali! :D *lah bukannya saya memang kalah dari awal?!* nanti deh kalo kelas aku gak ada saingan yang berat aku bakal nyamain kamu deh! :) tetep pertahanin ya peringkatnya kalo bisa naik ke peringkat 2 atau gak langsung ke 1 biar SobadDebo makin bangga sama Dede :) udah kece suaranya bagus pinter lagi!aduh nambah cinta and bangga deh SobadDebo sama kamu! :)
SEMANGAT YA SAYANGKU :* :D

oke segitu aja deh cerita saya!
nanti saya post lagi! :)
see you next time...
bye2 muachhhhhhhhhhh :*

Senin, 11 Juni 2012

Jakabaring Palembang :)

Diposting oleh ★ ♥ Chatrine Andryos Haling ★ ♥ di 22.06 0 komentar

Hy semua saya datang lagi :D
pasti udah kangen ya sama saya *plak!* :D
abaykan!
oke kali ini saya bakal berbagi cerita sedikit tentang liburan saya ke “JAKABARING PALEMBANG”  ada yang pernah kesana?kalo orang Palembang mah pasti pernah kesana ya :)
Awalnya saya gak nyangka bakalan kesana.cuman menghayal donk!jauh sebelum saya pergi kesana  pak guru saya pernah nanya “sapa yang penah pergi ke jakabaring?” terus temen saya jawab “saya penah pak!nonton bola kaki!” terus ditanya2 lagi tuh saya berfikir “enak ya penah ke jakabaring pengen deh aku kesana?” eh tau2nya diwujudin sama papa saya (papa baik banget!I Love U Daddy :*)
Nah sampainya di jakabaring saya n family langsung pergi ke stadionya pas sampai situ saya bilang “ini ya yang sering ada di tv itu?ini ya yang di pakai waktu sea gemas kemaren?gak nyangka aku kesini?” ih keren banget tau gak!




kira saya jakabaring itu cuma stadion aja ternyata masih banyak ada lapangan tenis lapangan tembak kolam renang voli pantai terus apalagi ya lupa saya :D

nah setelah ke stadionya saya sama keluarga saya ke lapangan tembaknya.





sayang banget gak bisa masuk kelapangan tembakanya karena ada acara!padahal pengen banget ngeliat dalemnya! :(


nah setelah itu ke kolam renangnya
saya cuma bisa bilang "WOW!" keren banget!!!!!nggak nyesel kakak saya ngebet banget pengen kesana!memang keren banget!




sebenernya masih banyak sih tempat2nya tapi karena kakak and adek saya ngomel2 kepanasan jadi setelah ke kolam renang pulang deh!

oke segitu aja deh!
lagi  kehabisan kata2 nih saya! :D
see you next time :)
bye muahhhhhhh :*

Minggu, 25 September 2011

The people I Love

Diposting oleh ★ ♥ Chatrine Andryos Haling ★ ♥ di 20.23 0 komentar
1.Mama




2.Papa





3.kak Chintya





4.Debo




5.Rio




6.Gabriel




7.dek Mitha




8.kak Rizka




9.teh Syifa




10.Wellga


11.kak Ninq




12.Dita



13.kak Bella






I LOVE U ALL :)

 

Results of My Hands Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting